Kapan dan Berapa Kali Kita Mengucapkan Kalimat Takbir pada Takbir Muqayyad?

Kapan Kita Mengucapkan Takbir Muqayyad? Sebagaimana telah dijelaskan di artikel sebelumnya, takbir muqayyad disyari’atkan untuk diucapkan setelah shalat fardhu, dari shalat shubuh pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzul-Hijjah), hingga shalat ‘ashar di hari terakhir dari hari-hari tasyriq (tanggal 13 Dzul-Hijjah). Akan tetapi, perlu ditekankan di sini bahwa takbir muqayyad hanya […]

Hukum Bertakbir secara Berjama’ah dalam Satu Suara secara Serempak

Ibnul-Haj al-Fasiy rahimahullah berkata, والسنة المتقدمة أن يجهر بالتكبير فيسمع نفسه ومن يليه، والزيادة على ذلك حتى يعقر حلقه من البدع، إذ أنه لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم إلا ما ذكر، ورفع الصوت بذلك يخرج عن حد السمت والوقار، ولا فرق في ذلك، أعني في التكبير، بين

Takbir Muthlaq dan Takbir Muqayyad pada Hari-Hari Dzul-Hijjah

Ada dua jenis takbir yang disyari’atkan untuk diucapkan pada hari-hari Dzul-Hijjah. Pertama: Takbir muthlaq (التكبير المطلق), yaitu takbir yang tidak dikaitkan dengan akhir shalat. Disunnahkan bagi kita untuk mengucapkan kalimat takbir ketika kita berada di dalam rumah, di jalan, di atas kendaraan, di pasar, dan sebagainya, ketika kita telah memasuki

Puasa ‘Arafah Mengikuti Saudi atau Pemerintah Kita?

Jika penetapan awal bulan Dzul-Hijjah berbeda antara Saudi Arabia dan negeri kita Indonesia, maka kapan kita melaksanakan puasa ‘Arafah? Apakah kita melaksanakan puasa ‘Arafah pada hari di mana para jama’ah haji melaksanakan wuquf di ‘Arafah, atau pada tanggal 9 Dzul-Hijjah mengikuti keputusan dari pemerintah kita? Hal ini bertumpu pada dua

Haruskah Aku Bermadzhab?

Di antara permasalahan yang banyak diperdebatkan oleh kalangan penuntut ilmu dan kaum muslimin secara umum adalah mengenai hukum bermadzhab. Haruskah aku bermadzhab? Apakah bermadzhab itu adalah sesuatu yang terpuji atau bahkan tercela? Dan bukankah bermadzhab itu akan mengarah pada fanatisme buta yang itu tercela? Untuk menjawab berbagai pertanyaan ini, harus

Dakwah Tidak Butuh Kita, tetapi Kita yang Butuh Dakwah

Salah satu kewajiban dari orang-orang yang telah diberikan ilmu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah mengajarkan dan mendakwahkan ilmu tersebut kepada manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي “Katakanlah (wahai Rasul), ‘Inilah jalanku. Aku berdakwah kepada Allah di atas

Ahlus-Sunnah Adalah Sifat dan Pengamalan, Bukan Sekadar Nama dan Pengakuan

Ahlus-Sunnah adalah orang-orang yang berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dalam masalah akidah, ibadah, ataupun mu’amalah. al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, والسنة هي الطريقة المسلوكة، فيشمل ذلك التمسك بما كان عليه هو وخلفاؤه الراشدون من الاعتقادات والأعمال والأقوال، وهذه هي السنة الكاملة، ولهذا كان السلف قديما

Ciri Ahli Bid’ah: Bisa Jadi Menguasai Fikih, Ushul Fikih, dan Bidang Ilmu Lainnya, tetapi Kebingungan dalam Bidang Akidah

Di antara ciri ahli bid’ah adalah mereka tidak mau berpendapat sama dengan orang-orang selain mereka dalam masalah akidah dan manhaj, walaupun itulah pendapat yang haq, yang ditopang oleh dalil-dalil syar’iy dengan pendalilan yang shahih. Contohnya adalah apa yang terjadi antara Asya’irah dan Mu’tazilah ketika mereka membahas masalah-masalah akidah, yang ini

Manhaj Salaf Itu Ma’shum, sedangkan Tiap Individu yang Bermanhaj Salaf Itu Tidak Ma’shum

Setelah menjelaskan tentang karakteristik dari ahlus-sunnah dan keutamaan mereka dibandingkan orang-orang yang menyimpang dari kalangan ahli bid’ah, Syaikh Muhammad ibn Ibrahim al-Hamd hafizhahullah berkata, وليس معنى ذلك أن أهل السنة معصومون، لا، بل إن منهجهم هو المعصوم، وجماعتهم هي المعصومة. أما آحادهم فقد يقع منه الظلم، والبغي، والعدوان، وارتكاب المخالفات.

Meraih Kekuasaan dan Kepemimpinan Bukanlah Tujuan Utama Dakwah

Meraih kekuasaan dan kepemimpinan bukanlah tujuan utama dakwah, sebagaimana tolak ukur keberhasilan dakwah bukanlah ketika kekuasaan dan kepemimpinan tersebut berhasil diraih. Lihatlah para nabi dan rasul. Mereka adalah orang-orang yang paling berhasil dan paling berkah dakwahnya, tetapi berapa dari mereka yang Allah berikan kekuasaan dan kepemimpinan? Yang kita tahu misalkan:

Scroll to Top