Akidah & Manhaj

Dakwah dengan Ormas?

Banyak orang yang membahas tema “berdakwah dengan ormas” itu hanya fokus pada hukum asalnya, yaitu hukum asal berorganisasi adalah mubah. Padahal, untuk menyimpulkan hukum tentang sesuatu, maka tidak cukup bagi kita untuk melihat hanya pada hukum asal dari sesuatu tersebut dalam Syari’at. Wajib bagi kita untuk juga melihat kepada apa

Kunci Kebahagiaan Kedua: Bersabar ketika Mendapatkan Musibah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] Kunci Kebahagiaan yang Kedua: Ketika kita mendapatkan musibah, maka kita bersabar. Inilah yang diwajibkan oleh Syari’at ketika qadarullah ada suatu musibah atau kesusahan yang menimpa kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ “Bersabarlah. Sesungguhnya Allah

Kunci Kebahagiaan Pertama: Bersyukur ketika Mendapatkan Nikmat – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] وَأَنْ يَجْعَلَكَ مِمَّنْ إِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ، وَإِذَا ابْتُلِيَ صَبَرَ، وَإِذَا أَذْنَبَ اسْتَغْفَرَ، فَإِنَّ هَؤُلَاءِ الثَّلَاثَ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ. “Dan menjadikanmu termasuk orang yang jika diberi maka dia bersyukur, jika dia diuji maka dia bersabar, dan jika dia berdosa maka dia memohon

Menjadi Orang yang Senantiasa Diberkahi di Mana pun Dia Berada – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتَ “Menjadikanmu orang yang senantiasa diberkahi di mana pun engkau berada” Ini adalah doa kedua yang penulis rahimahullah panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk para pembaca kitab beliau. Doa ini adalah sebagaimana firman Allah Subhanahu

Penjagaan dan Perlindungan Allah terhadap para Hamba-Nya – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] أَنْ يَتَوَلَّاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ “Agar Dia menjaga dan melindungimu di dunia dan akhirat” Doa pertama yang penulis rahimahullah panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah agar Allah menjaga dan melindungi para pembaca kitab beliau. Ketahuilah bahwa sesungguhnya wilayah (penguasaan,

Adab dalam Berdoa kepada Allah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] أَسْأَلُ اللهَ الْكَرِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ “Aku memohon kepada Allah al-Karim, Rabb dari ‘Arsy yang agung” Sebelum memasuki tema utama, penulis rahimahullah mendoakan orang yang membaca kitab beliau ini dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikianlah seharusnya seorang

Makna Basmalah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] Syaikhul-Islam Muhammad ibn ‘Abdil-Wahhab rahimahullah berkata, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ “Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Penjelasan: Penulis rahimahullah mengawali kitab beliau dengan basmalah, dalam rangka mengikuti al-Qur’an, di mana surat-surat di dalam al-Qur’an diawali dengan

Tidak Boleh Sembarangan Menerapkan Hadits-Hadits Fitnah Akhir Zaman kepada Tokoh Tertentu atau Kejadian Kontemporer Tertentu

Di antara kaidah yang dijelaskan oleh para ulama’ mengenai hadits-hadits yang berisi tentang fitnah atau huru-hara akhir zaman adalah: Tidak boleh bagi kita untuk sembarangan menerapkan hadits-hadits tersebut kepada tokoh tertentu atau kejadian kontemporer tertentu yang sedang terjadi saat ini. Itu karena kita tidak memiliki hujjah yang benar-benar kuat bahwa

‘Ain Itu Nyata – Bantahan kepada Nouman Ali Khan

Ketika ditanya tentang apa makna ‘ain dalam salah satu sesi tanya-jawab, Nouman Ali Khan mengatakan bahwa penafsiran yang selama ini banyak digunakan untuk memahami hadits العين حق (‘Ain itu nyata) itu tidak benar. Dia kemudian menggunakan argumentasi akal, yaitu bahwa jika ‘ain itu pengaruhnya nyata, maka kita tinggal melihat orang

Scroll to Top