Adab & Akhlak

Pamer Ilmu Bukanlah Sifat dari Penuntut Ilmu

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan ikhlas, yaitu mengarahkan ibadah hanya kepada Allah dan mengharapkan pahala hanya dari Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ “Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk […]

Jangan Lupa untuk Mengamalkan Ilmu yang Telah Kita Pelajari

Ilmu dan amal adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Syari’at mewajibkan kita untuk menuntut ilmu syar’iy, dan syari’at juga mewajibkan kita untuk mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari tersebut. Itu mengapa di antara doa yang diucapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Carok, Tradisi Madura yang Harus Ditinggalkan karena Bertentangan dengan Islam

Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadat, bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, maka dia wajib untuk senantiasa tunduk dan taat kepada apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Wahai Kaum Muslimin, Tebarkanlah Salam di Antara Kalian

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kaum muslimin untuk menebarkan salam kepada satu sama lain, karena ini adalah hak dari seorang muslim kepada muslim lainnya, dan karena ini dapat menimbulkan kecintaan dan ukhuwah di antara kaum muslimin. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ilmu Diambil dari Para Ulama’, Bukan Diambil dari Kitab

Ilmu syar’iy itu hukum asalnya adalah diambil dari lisan para ulama’, dari generasi ke generasi. Dari ‘Abdullah ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, تسمعون ويُسمَع منكم، ويُسمَع ممن سمع منكم. “Kalian mendengar, dan kalian akan didengar. Dan akan didengar dari orang yang mendengar dari kalian.”

Bahaya Tampil Mengajarkan Ilmu sebelum Menjadi Ahlinya

Di antara kaidah yang agung dalam Islam adalah bahwa ilmu harus diambil dari ahlinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak mengetahui.” [1] Pada ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk bertanya kepada ahli ilmu

Hanya Ingin Menuntut Ilmu dari Para Ustadz yang Terkenal atau Hanya Mau Mengundang Mereka Adalah Kebodohan dan Kesombongan terhadap Ilmu

Di antara adab yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu dan panitia kajian adalah tidak boleh menyia-nyiakan ilmu dari seorang yang berilmu, walaupun beliau kurang terkenal. Ibnu Jama’ah al-Kinaniy asy-Syafi’iy rahimahullah berkata, وليحذر من التقيد بالمشهورين وترك الأخذ عن الخاملين، فقد عد الغزالي وغيره ذلك من الكبر على العلم وجعله

Mengenakan Pakaian yang Pantas untuk Majelis Ilmu Adalah Bentuk Mengagungkan Ilmu dan Memuliakan Syari’at

Ketika seseorang beragama di atas manhaj salaf, yakni mengikuti cara beragama dari para ulama’ generasi terdahulu, dari kalangan para sahabat, tabi’in, tabi’it-tabi’in, dan para ulama’ setelahnya yang mengikuti mereka dengan ihsan, maka orang tersebut akan berusaha mengikuti mereka, baik itu dalam masalah akidah, amalan ibadah, dan juga adab dan akhlak.

Scroll to Top