Perbedaan Antara al-Hamd dan asy-Syukr

Para ulama’ menjelaskan bahwa hubungan antara al-hamd (الحمد) dan asy-syukr (الشكر) adalah al-’umum min wajhin wal-khushush min wajhin (العموم من وجه والخصوص من وجه). Apa maksudnya? Yakni, jika dilihat dari satu sisi, maka al-hamd lebih umum daripada asy-syukr. Sedangkan jika dilihat dari sisi yang lain, maka asy-syukr lebih umum daripada […]

Tiga Tingkatan dalam Agama: Islam, Iman, dan Ihsan

Dari ‘Umar ibn al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata, بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم، إذ طلع علينا رجل، شديد بياض الثياب، شديد سواد الشعر، لا يرى عليه أثر السفر، ولا يعرفه منا أحد، حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فأسند ركبتيه

Suami dan Istri Wajib Memenuhi Hak Satu Sama Lain dalam Berumah Tangga

Syaikh ‘Abdur-Rahman ibn Nashir as-Si’diy rahimahullah berkata, يلزم كل واحد من الزوجين معاشرة الآخر بالمعروف من الصحبة الجميلة، وتوفية حقه وعدم مطله، فله عليها بذل نفسها، وعدم التكره لبذل ما عليها من استمتاع وخدمة بالمعروف. “Wajib bagi setiap dari suami dan istri untuk bermu’amalah satu sama lain dengan baik, memenuhi

Nakirah dan Ma’rifah Sama-Sama Bisa Bermakna Umum

Definisi dari ism nakirah (الاسم النكرة) adalah ism yang tidak merujuk hanya pada sebagian dari maknanya, tetapi dapat digunakan untuk merujuk pada seluruh yang merupakan makna ism tersebut. Misal, kata كِتَابٌ (kitab), yang bermakna buku, tidak hanya digunakan untuk merujuk buku akidah saja misalnya, tetapi dapat digunakan untuk merujuk seluruh

Yang Benar Abu ‘Abdullah atau Abu ‘Abdillah?

Pertanyaan: Saya sering menemukan orang yang memiliki nama kun-yah Abu ‘Abdullah dan ada juga yang memiliki nama kun-yah Abu ‘Abdillah. Mana yang benar di antara keduanya dalam bahasa Arab? Atau apakah keduanya sama-sama benar? Jawab: Secara nahwu, pengucapan yang benar untuk nama أبو عبد الله adalah Abu ‘Abdillah, bukan Abu

Ilmu Diambil dari Para Ulama’, Bukan Diambil dari Kitab

Ilmu syar’iy itu hukum asalnya adalah diambil dari lisan para ulama’, dari generasi ke generasi. Dari ‘Abdullah ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, تسمعون ويُسمَع منكم، ويُسمَع ممن سمع منكم. “Kalian mendengar, dan kalian akan didengar. Dan akan didengar dari orang yang mendengar dari kalian.”

Berdakwah Sembarangan Tanpa Ilmu, lalu Berdalil dengan Hadits “Sampaikanlah dariku walaupun Satu Ayat”

Dari ‘Abdullah ibn ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بلِّغوا عني ولو آية. “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” [1] Sebagian orang menggunakan hadits ini sebagai dalil untuk membenarkan perbuatan mereka untuk berdakwah sembarangan tanpa ilmu, atau tampil menjadi pengajar ilmu syar’iy sebelum menjadi ahlinya dan sebelum

Apakah Menampakkan Amalan Ibadah dan Ketaatan Itu Pasti Adalah Riya’?

Ada amalan ibadah dan ketaatan yang dapat kita pilih: apakah akan melakukannya secara diam-diam sehingga tidak diketahui oleh orang lain, atau melakukannya secara terang-terangan sehingga diketahui oleh orang lain. Contohnya adalah shalat sunnah, sedekah, puasa sunnah, puasa wajib selain puasa Ramadhan, dll. Dan ada amalan ibadah dan ketaatan yang pasti

Bahaya Tampil Mengajarkan Ilmu sebelum Menjadi Ahlinya

Di antara kaidah yang agung dalam Islam adalah bahwa ilmu harus diambil dari ahlinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak mengetahui.” [1] Pada ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk bertanya kepada ahli ilmu

Scroll to Top