Allah Menjadikan Pernikahan sebagai Jalan untuk Meraih Ketenangan dan Ketenteraman

Di antara maksud syari’at dari disyari’atkannya pernikahan adalah sebagai jalan untuk meraih ketenangan dan ketenteraman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian […]

Seluruh Ilmu Syar’iy Bertumpu pada Tauhid Asma’ wa Shifat

Seluruh ilmu syar’iy, baik masalah ushul-nya ataupun furu’-nya, bertumpu pada bagaimana pemahaman dan pengamalan kita terhadap Nama dan Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya, ketika Allah memerintahkan kita untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ

Orang yang Paling Jauh dari Perbuatan Terorisme dan Kezhaliman

Jika seseorang beriman kepada Allah dan berusaha untuk istiqamah di atas agama Allah dengan dilandasi oleh ilmu dan pemahaman agama yang benar dan tidak setengah-setengah, maka dia akan menjadi orang yang paling jauh dari perbuatan terorisme dan kezhaliman. Dia akan menjaga nikmat aman dalam suatu negeri, karena dia mengetahui bahwa

Scroll to Top