Jangan Sampai Salah dalam Menerapkan Kaidah

Di antara prinsip yang penting dalam syari’at adalah jangan sampai salah dalam menerapkan kaidah terhadap permasalahan yang sedang kita bahas. Itu karena syari’at memberikan hukum yang sama kepada masalah-masalah yang memiliki ‘illah yang sama, walaupun bisa jadi shurah (gambaran) dari masalah-masalah tersebut jauh berbeda. Sebaliknya, syari’at memberikan hukum yang berbeda

Hukum Tasyabbuh bil-Kuffar dalam Madzhab Hanbaliy

Menurut madzhab Hanbaliy, hukum dari tasyabbuh bil-kuffar (menyerupai orang-orang kafir) adalah makruh, jika perkara tersebut bukan merupakan kekhususan dan syi’ar dari orang kafir. Adapun jika perkara tersebut merupakan kekhususan dan syi’ar dari orang kafir, maka hukumnya dalam madzhab Hanbaliy adalah haram. Musa ibn Ahmad Abun-Naja al-Hajjawiy rahimahullah berkata, ولما صارت

Jangan Lupa untuk Mengamalkan Ilmu yang Telah Kita Pelajari

Ilmu dan amal adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Syari’at mewajibkan kita untuk menuntut ilmu syar’iy, dan syari’at juga mewajibkan kita untuk mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari tersebut. Itu mengapa di antara doa yang diucapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Tahdzir Itu Adalah Nasihat, dan Bagian dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk Menjaga Agama dari Penyimpangan

Tahdzir, yaitu memperingatkan kaum muslimin dari penyimpangan yang disebarkan oleh sebagian orang, adalah hal yang disyari’atkan dalam Islam dalam rangka menjaga agama ini dari berbagai penyimpangan. Dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, من رأى منكم منكرا فليغيِّره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن

Mengkhususkan Amalan Ibadah yang Disyari’atkan secara Umum pada Waktu atau Tempat Tertentu Itu Butuh Dalil

Mengkhususkan amalan ibadah yang disyari’atkan secara umum pada waktu atau tempat tertentu, sehingga orang-orang mengira bahwa pengkhususan tersebut adalah bagian dari syari’at atau dimaksudkan oleh syari’at, padahal tidak ada dalil atas pengkhususan tersebut, maka ini tidak boleh dan bahkan merupakan bid’ah. Syaikh Muhammad ibn Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata, ولا شك

Tiga Akibat Buruk dari Bermajelis dengan Ahlul-Bid’ah

Salah satu prinsip akidah dari Ahlus-Sunnah adalah tidak boleh bermajelis dengan ahlul-bid’ah, karena wajib bagi kita untuk bara’ atau berlepas diri dari mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan menjadi berkelompok-kelompok, engkau bukan bagian

Ridha’ dengan Ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Salah satu ciri dari orang yang berusaha menyempurnakan keimanannya dan ketauhidannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ridha’ dengan keputusan dan ketetapan dari Allah. Dari al-’Abbas ibn ‘Abdil-Muththalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا، وبالإسلام دينا، وبمحمد رسولا. “Telah merasakan

Carok, Tradisi Madura yang Harus Ditinggalkan karena Bertentangan dengan Islam

Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadat, bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, maka dia wajib untuk senantiasa tunduk dan taat kepada apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Scroll to Top