Menjadi Orang yang Senantiasa Diberkahi di Mana pun Dia Berada – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتَ “Menjadikanmu orang yang senantiasa diberkahi di mana pun engkau berada” Ini adalah doa kedua yang penulis rahimahullah panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk para pembaca kitab beliau. Doa ini adalah sebagaimana firman Allah Subhanahu

Definisi Kalimah dan Kalam – Syarh Qathrin-Nada

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh Qathrin-Nada] الْكَلِمَةُ قَوْلٌ مُفْرَدٌ. Kalimah adalah qaul mufrad. Ketauhilah, semoga engkau dirahmati oleh Allah, bahwa definisi al-Lafzh (اللفظ) atau lafazh adalah الصوت المشتمل على بعض الحروف الهجائية. “Suara yang mengandung sebagian huruf-huruf hija’iyyah.” Baik apakah suara yang mengandung sebagian huruf-huruf hija’iyyah tersebut memiliki

Penjagaan dan Perlindungan Allah terhadap para Hamba-Nya – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] أَنْ يَتَوَلَّاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ “Agar Dia menjaga dan melindungimu di dunia dan akhirat” Doa pertama yang penulis rahimahullah panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah agar Allah menjaga dan melindungi para pembaca kitab beliau. Ketahuilah bahwa sesungguhnya wilayah (penguasaan,

Adab dalam Berdoa kepada Allah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] أَسْأَلُ اللهَ الْكَرِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ “Aku memohon kepada Allah al-Karim, Rabb dari ‘Arsy yang agung” Sebelum memasuki tema utama, penulis rahimahullah mendoakan orang yang membaca kitab beliau ini dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikianlah seharusnya seorang

Makna Basmalah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] Syaikhul-Islam Muhammad ibn ‘Abdil-Wahhab rahimahullah berkata, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ “Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Penjelasan: Penulis rahimahullah mengawali kitab beliau dengan basmalah, dalam rangka mengikuti al-Qur’an, di mana surat-surat di dalam al-Qur’an diawali dengan

Pamer Ilmu Bukanlah Sifat dari Penuntut Ilmu

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan ikhlas, yaitu mengarahkan ibadah hanya kepada Allah dan mengharapkan pahala hanya dari Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ “Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk

Tidak Boleh Sembarangan Menerapkan Hadits-Hadits Fitnah Akhir Zaman kepada Tokoh Tertentu atau Kejadian Kontemporer Tertentu

Di antara kaidah yang dijelaskan oleh para ulama’ mengenai hadits-hadits yang berisi tentang fitnah atau huru-hara akhir zaman adalah: Tidak boleh bagi kita untuk sembarangan menerapkan hadits-hadits tersebut kepada tokoh tertentu atau kejadian kontemporer tertentu yang sedang terjadi saat ini. Itu karena kita tidak memiliki hujjah yang benar-benar kuat bahwa

Paham Agama Adalah Kunci Kebaikan di Dunia dan Akhirat

Dari Mu’awiyah ibn Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين. “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, maka Allah berikan dia pemahaman agama.” [1] Ada banyak sekali faidah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits yang ringkas ini.

Antara Gaharu dan Rokok

Ada yang mengatakan: “Jika rokok diharamkan, maka mengapa gaharu tidak diharamkan juga, dan malah justru dinilai sebagai sesuatu yang sunnah? Padahal berdasarkan penelitian ilmiah, asap gaharu itu lebih berbahaya daripada rokok. Mengatakan rokok itu haram tetapi tidak mengatakan demikian untuk gaharu, maka ini adalah sebuah inkonsistensi.” Maka kita katakan: Poin

Qiyas yang Rusak tentang Rokok

Ada sebagian yang bertanya, “Jika merokok itu haram karena dapat membahayakan bagi tubuh kita, maka bukankah gula dan makanan-makanan lainnya itu juga dapat membahayakan? Mengapa hanya rokok yang dinilai haram, sedangkan makanan-makanan lain tersebut tidak? Ini akan menyebabkan adanya inkonsistensi dalam Syari’at, sehingga kesimpulan yang benar dalam masalah ini seharusnya

Scroll to Top