Adab dalam Berdoa kepada Allah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

أَسْأَلُ اللهَ الْكَرِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ “Aku memohon kepada Allah al-Karim, Rabb dari ‘Arsy yang agung” Sebelum memasuki tema utama, penulis rahimahullah mendoakan orang yang membaca kitab beliau ini dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikianlah seharusnya seorang pengajar ilmu syar’iy dan seorang yang berdakwah di jalan Allah. […]

Makna Basmalah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

Syaikhul-Islam Muhammad ibn ‘Abdil-Wahhab rahimahullah berkata, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ “Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Penulis rahimahullah mengawali kitab beliau dengan basmalah, dalam rangka mengikuti al-Qur’an, di mana surat-surat di dalam al-Qur’an diawali dengan basmalah kecuali surat at-Taubah, dan juga mengikuti surat-surat yang ditulis oleh

Pamer Ilmu Bukanlah Sifat dari Penuntut Ilmu

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan ikhlas, yaitu mengarahkan ibadah hanya kepada Allah dan mengharapkan pahala hanya dari Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ “Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk

Tidak Boleh Sembarangan Menerapkan Hadits-Hadits Fitnah Akhir Zaman kepada Tokoh Tertentu atau Kejadian Kontemporer Tertentu

Di antara kaidah yang dijelaskan oleh para ulama’ mengenai hadits-hadits yang berisi tentang fitnah atau huru-hara akhir zaman adalah: Tidak boleh bagi kita untuk sembarangan menerapkan hadits-hadits tersebut kepada tokoh tertentu atau kejadian kontemporer tertentu yang sedang terjadi saat ini. Itu karena kita tidak memiliki hujjah yang benar-benar kuat bahwa

Paham Agama Adalah Kunci Kebaikan di Dunia dan Akhirat

Dari Mu’awiyah ibn Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين. “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, maka Allah berikan dia pemahaman agama.” [1] Ada banyak sekali faidah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits yang ringkas ini.

Antara Gaharu dan Rokok

Ada yang mengatakan: “Jika rokok diharamkan, maka mengapa gaharu tidak diharamkan juga, dan malah justru dinilai sebagai sesuatu yang sunnah? Padahal berdasarkan penelitian ilmiah, asap gaharu itu lebih berbahaya daripada rokok. Mengatakan rokok itu haram tetapi tidak mengatakan demikian untuk gaharu, maka ini adalah sebuah inkonsistensi.” Maka kita katakan: Poin

Qiyas yang Rusak tentang Rokok

Ada sebagian yang bertanya, “Jika merokok itu haram karena dapat membahayakan bagi tubuh kita, maka bukankah gula dan makanan-makanan lainnya itu juga dapat membahayakan? Mengapa hanya rokok yang dinilai haram, sedangkan makanan-makanan lain tersebut tidak? Ini akan menyebabkan adanya inkonsistensi dalam Syari’at, sehingga kesimpulan yang benar dalam masalah ini seharusnya

Hukum Rokok

Untuk menentukan hukum syar’iy dari suatu masalah kontemporer yang berhubungan dengan salah satu dari bidang-bidang ilmu dunia, maka selain kita harus menggunakan kaidah-kaidah dari ilmu syar’iy, kita juga harus menggunakan kaidah-kaidah dari bidang ilmu dunia tersebut. Maka, pembahasan tentang hukum rokok itu tidak bisa hanya melihat pada pendapat para ulama’

Scroll to Top