Kunci Kebahagiaan Kedua: Bersabar ketika Mendapatkan Musibah – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] Kunci Kebahagiaan yang Kedua: Ketika kita mendapatkan musibah, maka kita bersabar. Inilah yang diwajibkan oleh Syari’at ketika qadarullah ada suatu musibah atau kesusahan yang menimpa kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ “Bersabarlah. Sesungguhnya Allah

Hukum Berlangganan Gojek PLUS dan ShopeeVIP dalam Tinjauan Syari’at

Pertanyaan Apakah boleh bagi kita untuk berlangganan Gojek PLUS dan ShopeeVIP, di mana kita membayarkan sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan diskon harga barang atau ongkos kirim ketika kita melakukan transaksi selama jangka waktu tertentu? Ringkasan Jawaban Transaksi ini adalah haram dan tidak sah, karena objek akadnya bukan merupakan mal (harta)

Jika Kita Bernadzar untuk Berqurban, Apakah Kita Boleh Memakan Dagingnya?

Pertanyaan Jika kita bernadzar untuk berqurban, apakah kita boleh memakan dagingnya? Ringkasan Jawaban Boleh bagi orang yang bernadzar tersebut untuk memakan daging dari hewan qurbannya, sebagaimana ibadah qurban pada asalnya. Rincian Jawaban Jika seseorang bernadzar untuk berqurban dan menyebutkan dalam nadzarnya bahwa dia tidak akan memakan daging dari hewan qurban

Jenis-Jenis Mabniy – Syarh Qathrin-Nada

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh Qathrin-Nada] كَـ(هَؤُلَاءِ) فِي لُزُومِ الْكَسْرِ، وَكَذَلِكَ حَذَامِ وَأَمْسِ فِي لُغَةِ الْحِجَازِيِّينَ، وَكَـ(أَحَدَ عَشَرَ) وَأَخَوَاتِهِ فِي لُزُومِ الْفَتْحِ، وَكَقَبْلُ وَبَعْدُ وَأَخَوَاتِهِمَا فِي لُزُومِ الضَّمِّ إِذَا حُذِفَ الْمُضَافُ إِلَيْهِ وَنُوِيَ مَعْنَاهُ، وَكَمَنْ وَكَمْ فِي لُزُومِ السُّكُونِ وَهُوَ أَصْلُ الْبِنَاءِ. seperti هؤلاء (ha’ula’i) yang selalu berakhiran

Mu’rab dan Mabniy – Syarh Qathrin-Nada

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh Qathrin-Nada] وَهُوَ ضَرْبَانِ: مُعْرَبٌ، وَهُوَ مَا يَتَغَيَّرُ آخِرُهُ بِسَبَبِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهِ كَـ(زَيْدٍ)، وَمَبْنِيٌّ، وَهُوَ بِخِلَافِهِ، Ism terdiri atas dua jenis: Mu’rab, yaitu kata yang bagian akhirnya berubah karena adanya ‘amil (faktor yang mempengaruhi i’rab) yang masuk kepadanya, seperti “Zaid”, dan mabniy, yaitu

Kunci Kebahagiaan Pertama: Bersyukur ketika Mendapatkan Nikmat – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] وَأَنْ يَجْعَلَكَ مِمَّنْ إِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ، وَإِذَا ابْتُلِيَ صَبَرَ، وَإِذَا أَذْنَبَ اسْتَغْفَرَ، فَإِنَّ هَؤُلَاءِ الثَّلَاثَ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ. “Dan menjadikanmu termasuk orang yang jika diberi maka dia bersyukur, jika dia diuji maka dia bersabar, dan jika dia berdosa maka dia memohon

Tanda-Tanda Ism – Syarh Qathrin-Nada

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh Qathrin-Nada] فَأَمَّا الْاِسْمُ فَيُعْرَفُ بِأَلْ كَـ(الرَّجُلِ)، وَبِالتَّنْوِينِ كَـ(رَجُلٍ)، وَبِالْحَدِيثِ عَنْهُ كَتَاءِ (ضَرَبْتُ). Adapun ism, maka ia diketahui dengan al seperti ar-rajuli, dengan tanwin seperti rajulin, dan dengan hadits ‘anhu seperti ta’ pada dharabtu. Ism memiliki beberapa tanda yang dapat membedakannya dengan jenis kalimah

Tiga Jenis Kalimah – Syarh Qathrin-Nada

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh Qathrin-Nada] وَهِيَ اسْمٌ، وَفِعْلٌ، وَحَرْفٌ. Ia terdiri atas ism, fi’l, dan harf. Kalimah terbagi menjadi tiga jenis: ism, fi’l, dan harf. Pertama: Ism (الاسم). Makna ism secara bahasa adalah ما دلَّ على مسمَّى (sesuatu yang menunjukkan kepada sesuatu yang dinamai). Allah Subhanahu wa

Menjadi Orang yang Senantiasa Diberkahi di Mana pun Dia Berada – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarḥ al-Qawāʿid al-Arbaʿ] وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتَ “Menjadikanmu orang yang senantiasa diberkahi di mana pun engkau berada” Ini adalah doa kedua yang penulis rahimahullah panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk para pembaca kitab beliau. Doa ini adalah sebagaimana firman Allah Subhanahu

Scroll to Top