Banyak Praktik Ospek yang Merupakan Abuse of Power alias Penyalahgunaan Kekuasaan

Menyuruh mahasiswa baru untuk berdiri dalam barisan selama sekian jam (padahal bukan militer), apalagi di tengah teriknya matahari, itu adalah abuse of power.

Walaupun ada yang berargumen bahwa itu adalah untuk mobilisasi saja, nanti pada akhirnya akan dibawa ke ruang kelas atau aula. Maka kita katakan: Mengapa tidak dari awal saja kalian umumkan kepada mereka untuk langsung masuk dan berkumpul di ruang kelas? Bukankah itu yang selama ini dipraktikkan di kuliah, yaitu langsung masuk ruang kelas yang telah ditentukan? Bagaimana jika para dosen menyuruh para mahasiswa di kelasnya untuk berbaris dulu di tengah terik matahari sebelum setiap kelas? Absurd, bukan?

Menyuruh mahasiswa baru untuk memakai topi-topi aneh dan atribut aneh yang itu menurunkan muru’ah mereka sebagai mahasiswa dan bahkan sebagai manusia, maka itu adalah abuse of power.

Apalagi jika sampai membentak, meneriaki, memukul, dll., maka itu adalah abuse of power.

Dan apalagi jika sampai memerintahkan mahasiswa baru untuk menyembah patung (terjadi di sebagian kampus tetapi alhamdulillah katanya praktik ini sudah dihentikan), maka itu adalah abuse of power yang juga merupakan kekufuran dan kesyirikan.

Seluruh praktik di atas tidak boleh dilakukan, baik dalam ospek kampus, orientasi SMA, apalagi orientasi SMP.

Jangan-jangan praktik abuse of power yang banyak terjadi di negara kita akarnya adalah berasal dari praktik abuse of power di tingkat sekolah dan kuliah, yang selama ini dilestarikan hanya karena anggapan bahwa itu adalah tradisi atau budaya.

Padahal, wajib bagi kita untuk meninggalkan suatu tradisi atau budaya jika dia bertentangan dengan kebenaran dan norma.

Kemudian nanti para mahasiswa ini menuntut orang lain (misal, para pejabat) untuk berhenti melakukan abuse of power, padahal mereka sendiri melakukannya sejak hari pertama dalam level mereka sendiri.

Memberikan orientasi kepada siswa atau mahasiswa baru itu tidak harus dengan praktik abuse of power di atas.

Kita bisa minta mereka langsung masuk ruangan yang telah ditentukan. Sampaikan materi orientasinya dengan baik dalam ruangan tersebut. Sampaikan materi yang berbobot, hadirkan pemateri yang berkualitas. Ajak mereka keliling kampus untuk explore dan mengenal lingkungan kampus.

Boleh saja sebagian program dilakukan secara outdoor, tetapi untuk apa sampai harus dibuat berdiri sekian jam, atau dibuat berdiri di bawah terik matahari, apalagi sampai dibentak-bentak, dan dipermalukan dengan topi dan atribut konyol, dll.? Buat apa?

Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top