Akidah & Manhaj

Manhaj Salaf Itu Ma’shum, sedangkan Tiap Individu yang Bermanhaj Salaf Itu Tidak Ma’shum

Setelah menjelaskan tentang karakteristik dari ahlus-sunnah dan keutamaan mereka dibandingkan orang-orang yang menyimpang dari kalangan ahli bid’ah, Syaikh Muhammad ibn Ibrahim al-Hamd hafizhahullah berkata, وليس معنى ذلك أن أهل السنة معصومون، لا، بل إن منهجهم هو المعصوم، وجماعتهم هي المعصومة. أما آحادهم فقد يقع منه الظلم، والبغي، والعدوان، وارتكاب المخالفات. […]

Meraih Kekuasaan dan Kepemimpinan Bukanlah Tujuan Utama Dakwah

Meraih kekuasaan dan kepemimpinan bukanlah tujuan utama dakwah, sebagaimana tolak ukur keberhasilan dakwah bukanlah ketika kekuasaan dan kepemimpinan tersebut berhasil diraih. Lihatlah para nabi dan rasul. Mereka adalah orang-orang yang paling berhasil dan paling berkah dakwahnya, tetapi berapa dari mereka yang Allah berikan kekuasaan dan kepemimpinan? Yang kita tahu misalkan:

Dua Makna Ikhlas

Ada dua syarat agar amalan ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: ikhlas dan ittiba’. Ittiba’ bermakna mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yakni, wajib bagi kita untuk melakukan amalan ibadah sesuai dengan tata cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh beramal ibadah

Dua Hukuman dari Allah bagi Para Ahli Bid’ah

Di antara hukuman yang Allah berikan kepada para ahli bid’ah adalah sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ “Berhati-hatilah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul; mereka akan ditimpa fitnah atau ditimpa ‘adzab yang pedih.” [1] Pada ayat

Jangan Menjadi Orang yang Tetap Menolak Kebenaran walaupun Telah Didatangkan 1000 Dalil

Di antara sifat yang harus kita jauhi adalah tidak mau menerima kebenaran sehingga membuat hati kita keras membatu. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati orang yang demikian dalam firman-Nya, إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ * خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ

Seluruh Ilmu Syar’iy Bertumpu pada Tauhid Asma’ wa Shifat

Seluruh ilmu syar’iy, baik masalah ushul-nya ataupun furu’-nya, bertumpu pada bagaimana pemahaman dan pengamalan kita terhadap Nama dan Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya, ketika Allah memerintahkan kita untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ

Orang yang Paling Jauh dari Perbuatan Terorisme dan Kezhaliman

Jika seseorang beriman kepada Allah dan berusaha untuk istiqamah di atas agama Allah dengan dilandasi oleh ilmu dan pemahaman agama yang benar dan tidak setengah-setengah, maka dia akan menjadi orang yang paling jauh dari perbuatan terorisme dan kezhaliman. Dia akan menjaga nikmat aman dalam suatu negeri, karena dia mengetahui bahwa

Scroll to Top