Akidah & Manhaj

Ruqyah Syar’iyyah Adalah Bentuk Menolong Orang Lain yang Membutuhkan

Di antara niat yang harus kita hadirkan ketika kita meruqyah orang lain adalah niatkan bahwa ini adalah dalam rangka untuk menolong orang lain tersebut. Sebagaimana yang telah kita ketahui, menolong orang lain yang membutuhkan itu termasuk perbuatan mulia yang diperintakan oleh syari’at. Dari ‘Abdullah ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi […]

Meyakini bahwa Allah Memiliki Anak Adalah Syirik Akbar

Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki anak adalah syirik akbar. Inilah keyakinan yang diyakini oleh orang-orang Yahudi dan Nashara. Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa ‘Uzair adalah anak Allah, sedangkan orang-orang Nashara mengatakan bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihis-salam adalah anak Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ

Tahdzir Itu Adalah Nasihat, dan Bagian dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk Menjaga Agama dari Penyimpangan

Tahdzir, yaitu memperingatkan kaum muslimin dari penyimpangan yang disebarkan oleh sebagian orang, adalah hal yang disyari’atkan dalam Islam dalam rangka menjaga agama ini dari berbagai penyimpangan. Dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, من رأى منكم منكرا فليغيِّره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن

Mengkhususkan Amalan Ibadah yang Disyari’atkan secara Umum pada Waktu atau Tempat Tertentu Itu Butuh Dalil

Mengkhususkan amalan ibadah yang disyari’atkan secara umum pada waktu atau tempat tertentu, sehingga orang-orang mengira bahwa pengkhususan tersebut adalah bagian dari syari’at atau dimaksudkan oleh syari’at, padahal tidak ada dalil atas pengkhususan tersebut, maka ini tidak boleh dan bahkan merupakan bid’ah. Syaikh Muhammad ibn Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata, ولا شك

Tiga Akibat Buruk dari Bermajelis dengan Ahlul-Bid’ah

Salah satu prinsip akidah dari Ahlus-Sunnah adalah tidak boleh bermajelis dengan ahlul-bid’ah, karena wajib bagi kita untuk bara’ atau berlepas diri dari mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan menjadi berkelompok-kelompok, engkau bukan bagian

Ridha’ dengan Ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Salah satu ciri dari orang yang berusaha menyempurnakan keimanannya dan ketauhidannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ridha’ dengan keputusan dan ketetapan dari Allah. Dari al-’Abbas ibn ‘Abdil-Muththalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا، وبالإسلام دينا، وبمحمد رسولا. “Telah merasakan

Salah Ilmu dalam Bahasa Arab Bisa Mengakibatkan Penyimpangan dalam Masalah Akidah

Salah satu prinsip dari manhaj Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah adalah belajar ilmu syar’iy hanya kepada orang-orang yang berilmu dan terpercaya ilmunya, yaitu yang lurus akidahnya dan manhajnya. Tidak boleh bagi kita untuk belajar kepada orang yang menyimpang dan orang yang diragukan keilmuannya, walaupun itu dalam bidang-bidang ilmu syar’iy yang secara zhahir tampaknya

Apakah Menampakkan Amalan Ibadah dan Ketaatan Itu Pasti Adalah Riya’?

Ada amalan ibadah dan ketaatan yang dapat kita pilih: apakah akan melakukannya secara diam-diam sehingga tidak diketahui oleh orang lain, atau melakukannya secara terang-terangan sehingga diketahui oleh orang lain. Contohnya adalah shalat sunnah, sedekah, puasa sunnah, puasa wajib selain puasa Ramadhan, dll. Dan ada amalan ibadah dan ketaatan yang pasti

Ahlus-Sunnah Adalah Sifat dan Pengamalan, Bukan Sekadar Nama dan Pengakuan

Ahlus-Sunnah adalah orang-orang yang berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dalam masalah akidah, ibadah, ataupun mu’amalah. al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, والسنة هي الطريقة المسلوكة، فيشمل ذلك التمسك بما كان عليه هو وخلفاؤه الراشدون من الاعتقادات والأعمال والأقوال، وهذه هي السنة الكاملة، ولهذا كان السلف قديما

Ciri Ahli Bid’ah: Bisa Jadi Menguasai Fikih, Ushul Fikih, dan Bidang Ilmu Lainnya, tetapi Kebingungan dalam Bidang Akidah

Di antara ciri ahli bid’ah adalah mereka tidak mau berpendapat sama dengan orang-orang selain mereka dalam masalah akidah dan manhaj, walaupun itulah pendapat yang haq, yang ditopang oleh dalil-dalil syar’iy dengan pendalilan yang shahih. Contohnya adalah apa yang terjadi antara Asya’irah dan Mu’tazilah ketika mereka membahas masalah-masalah akidah, yang ini

Scroll to Top