Penjagaan dan Perlindungan Allah terhadap para Hamba-Nya – Syarh al-Qawa’id al-Arba’

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh al-Qawa’id al-Arba’]

Syaikhul-Islam Muhammad ibn ‘Abdil-Wahhab rahimahullah berkata,

أَنْ يَتَوَلَّاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Agar Dia menjaga dan melindungimu di dunia dan akhirat”

Penjelasan:

Doa pertama yang penulis rahimahullah panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah agar Allah menjaga dan melindungi para pembaca kitab beliau.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya wilayah (penguasaan, penjagaan, dan perlindungan) dari Allah terhadap para hamba-Nya terbagi menjadi dua kategori:

Pertama: Wilayah ‘ammah (الولاية العامة), yaitu bahwa Allah menguasai seluruh makhluk-Nya dan mengatur seluruh perkara yang ada di alam semesta. Seluruh manusia, baik orang yang beriman ataupun orang yang kufur kepada Allah, semuanya masuk dalam kategori ini, karena Allah adalah Penguasa dari seluruh mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَٰسِبِينَ

“Kemudian mereka (para makhluk, yang telah dicabut nyawanya) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Sesungguhnya hanya milik-Nya-lah segala hukum dan ketetapan, dan Dia adalah Dzat yang paling cepat dalam menghitung amalan.” [[Surat al-An’am: 62. ]]

Kedua: Wilayah khashshah (الولاية الخاصة), yaitu bahwa Allah menjaga dan melindungi orang-orang yang beriman kepada-Nya, memberikan mereka hidayah dan taufiq, dan memudahkan mereka untuk istiqamah di atas jalan yang lurus. Kategori ini khusus hanya untuk orang-orang yang beriman kepada Allah, yang melakukan apa yang Allah perintahkan, dan menjauhi apa yang Allah larang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ٱللهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

“Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung mereka adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan. Mereka adalah penghuni Neraka. Mereka kekal di dalamnya.” [[Surat al-Baqarah: 257. ]]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللهَ مَوْلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَأَنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ

“Itu karena Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka.” [[Surat Muhammad: 11. ]]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ وَلِـِّۧىَ ٱللهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ

“Sesungguhnya pelindungku adalah Dzat yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an). Dan Dia melindungi orang-orang yang shalih.” [[Surat al-A’raf: 196. ]]

Ketika seseorang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, melakukan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya, maka dia akan mendapatkan penjagaan dan perlindungan dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah akan menjaganya dan melindunginya di dunia dengan cara memberikan untuknya hidayah dan taufiq kepada kebenaran, memberikan kepadanya pemahaman agama yang lurus, memberikan kepadanya keistiqamahan di atas Din, dan menghindarkan dia dari hal-hal yang dapat merusak agamanya dan imannya.

Dan Allah akan menjaganya dan melindunginya di akhirat dengan cara memberikan kepadanya taufiq untuk bisa menjawab pertanyaan kubur, menghindarkan dia dari ‘adzab kubur, memberikan kepadanya nikmat kubur, menjaganya dalam setiap fase kejadian di akhirat, seperti ketika di Padang Mahsyar, ketika proses hisab atau perhitungan amalan, ketika melewati shirath (jembatan di akhirat), kemudian memasukkannya ke dalam Surga, dan menyelamatkannya dari Neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ * لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih. Yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka kabar gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Itulah kemenangan yang besar.” [[Surat Yunus: 62-64. ]]

Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top