Di antara pemahaman menyimpang Syi’ah tentang al-Qur’an adalah mereka mengingkari keaslian dan kemurnian dari al-Qur’an.
Disebutkan dalam kitab rujukan mereka al-Kafiy,
وإن عندنا لمصØÙ ÙØ§Ø·Ù…Ø© عليها السلام، وما يدريهم ما مصØÙ ÙØ§Ø·Ù…ة؟ مصØÙ Ùيه مثل قرآنكم هذا ثلاث مرات، والله ما Ùيه من قرآنكم ØØ±Ù ÙˆØ§ØØ¯.
“Sesungguhnya di sisi kami ada Mushaf Fathimah ‘alaihas-salam. Tahukah kalian apa itu Mushaf Fathimah? Sebuah mushaf yang di dalamnya terdapat seperti al-Qur’an kalian sebanyak tiga kali lipat. Demi Allah tidak ada satu huruf pun dari al-Qur’an kalian yang berada di dalamnya.†[[al-Kafiy, karya Muhammad ibn Ya’qub al-Kulainiy (1/141). ]]
Salah satu tokoh menyimpang dari Syi’ah Rafidhah, yaitu Jabir ibn Yazid al-Ju’fiy, yang banyak dinilai sebagai kadzdzab (pendusta) oleh para ulama’, meriwayatkan sebuah perkataan yang dia nisbatkan secara bathil kepada Abu Ja’far Muhammad ibn ‘Aliy al-Baqir rahimahullah,
ما ادعى Ø£ØØ¯ من الناس أنه جمع القرآن كله كما Ø£Ùنزل إلا كذاب، وما جمعه ÙˆØÙظه كما نزَّله الله تعالى إلا علي بن أبي طالب عليه السلام والأئمة من بعده.
“Tidaklah ada satu orang pun yang mengaku bahwa dia telah mengumpulkan al-Qur’an seluruhnya sebagaimana yang diwahyukan, kecuali bahwa dia adalah seorang kadzdzab. Dan tidak ada yang mengumpulkan dan menghafalkan al-Qur’an sebagaimana yang diturunkan oleh Allah Ta’ala, kecuali ‘Aliy ibn Abi Thalib ‘alaihis-salam dan para imam setelahnya.†[[al-Kafiy, karya Muhammad ibn Ya’qub al-Kulainiy (1/135). ]]
Dengan kata lain, Syi’ah mengingkari keaslian dan kemurnian dari al-Qur’an yang tersebar secara luas dan mutawatir di tengah-tengah kaum muslimin. Itu mengapa mereka tidak menjadikan al-Qur’an sebagai sumber dan landasan dalam agama.
Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjaga keaslian dan kemurnian al-Qur’an, sebagaimana dalam firman-Nya,
Ø¥Ùنَّا Ù†ÙŽØÙ’ن٠نَزَّلْنَا ٱلذّÙكْرَ ÙˆÙŽØ¥Ùنَّا Ù„ÙŽÙ‡ÙÛ¥ Ù„ÙŽØÙŽÙ°ÙÙØ¸Ùونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.†[[Surat al-Hijr: 9. ]]
Dan para ulama’ telah menyebutkan kufurnya orang yang meyakini bahwa al-Qur’an itu tidak asli.
‘Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
ومن ÙƒÙØ± Ø¨ØØ±Ù منه Ùقد ÙƒÙØ± به أجمع.
“Barangsiapa yang kufur kepada satu huruf darinya [yakni, dari al-Qur’an], maka dia telah kufur kepadanya seluruhnya.†[[Syarh Ushul I’tiqad Ahlis-Sunnah wal-Jama’ah, karya Hibatullah ibn al-Hasan ibn Manshur Abul-Qasim al-Lalaka’iy (no. 379). ]]
Muwaffaqud-Din Ibnu Qudamah al-Maqdisiy rahimahullah berkata,
واتÙÙ‚ المسلمون على عد سور القرآن وآياته وكلماته ÙˆØØ±ÙˆÙه، ولا خلا٠بين المسلمين ÙÙŠ أن من Ø¬ØØ¯ من القرآن سورة أو آية أو كلمة أو ØØ±Ùا متÙقا عليه أنه ÙƒØ§ÙØ±.
“Kaum muslimin telah bersepakat mengenai jumlah surat di al-Qur’an, jumlah ayatnya, jumlah katanya, dan jumlah hurufnya. Dan tidak ada perbedaan pendapat di antara kaum muslimin bahwa barangsiapa yang mengingkari al-Qur’an, walaupun itu satu surat atau satu ayat atau satu kata atau satu huruf saja yang telah disepakati atasnya, bahwa dia adalah kafir.†[[Lihat Lum’atul-I’tiqad karya ‘Abdullah ibn Ahmad Muwaffaqud-Din Ibnu Qudamah al-Maqdisiy. ]]
Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah di atas, para ulama’ telah memiliki ijma’ atas akidah ini. Selain itu, akidah bahwa al-Qur’an itu masih terjaga keasliannya dan kemurniannya itu termasuk perkara al-ma’lum minad-din bidh-dharurah, yaitu perkara agama yang diketahui secara terang-benderang oleh kaum muslimin, baik oleh orang awamnya apalagi oleh para ulama’nya. Maka, barangsiapa yang menyelisihi ijma’ dalam perkara ini, maka sesungguhnya dia telah terjerumus ke dalam penyimpangan dan bahkan kekufuran.
Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com