Ridha’ dengan Ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Salah satu ciri dari orang yang berusaha menyempurnakan keimanannya dan ketauhidannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ridha’ dengan keputusan dan ketetapan dari Allah.

Dari al-’Abbas ibn ‘Abdil-Muththalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا، وبالإسلام دينا، وبمحمد رسولا.

“Telah merasakan manisnya iman, orang yang ridha’ kepada Allah sebagai Rabb-nya, kepada Islam sebagai agamanya, dan kepada Muhammad sebagai Rasulnya.” [1]

Di antara makna ridha’ kepada Allah adalah ridha’ dengan setiap apa yang terjadi, yang telah diputuskan dan ditetapkan oleh Allah untuknya. Demikian pula, ridha’ kepada Allah juga mencakup rasa tawakkalnya kepada Allah dalam setiap perkaranya, meminta pertolongan kepada Allah dalam setiap urusannya, bersandar hanya kepada Allah dalam setiap aspek kehidupannya, dan husnuzh-zhan (berprasangka baik) kepada Allah dalam setiap waktunya.

Oleh karena itu, jika seseorang mengalami musibah, maka dia harus yakin bahwa itu adalah dari Allah dan pasti ada hikmah di balik musibah tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali atas izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, maka Dia akan memberikan hidayah kepada hatinya. Dan Allah terhadap segala sesuatu adalah Maha Mengetahui.” [2]

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan bahwa tidaklah ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali bahwa itu atas izin dan ketetapan dari Allah. Jika dia meyakini hal tersebut, lalu dia berserah diri dan tunduk kepada Allah, maka Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya, yaitu membuat hatinya ridha’ dengan apa yang telah Allah takdirkan tersebut.

Dan jika kita tidak mengetahui apa hikmah di balik musibah tersebut, maka Allah telah mengingatkan kita dalam ayat di atas bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, termasuk hikmah yang ada di balik setiap musibah yang terjadi.

Selain itu, jika seseorang ridha’ dengan setiap apa yang telah Allah tetapkan untuknya, maka itu adalah kunci keberkahan untuk dirinya, sebagaimana perkataan al-Hasan al-Bashriy rahimahullah,

من رضي بما قُسم له وسعه وبارك الله له فيه، ومن لم يرض لم يسعه ولم يبارك له فيه.

“Barangsiapa yang ridha’ dengan apa yang telah diberikan oleh Allah untuknya, maka Allah akan melapangkannya dan memberikan keberkahan di dalamnya. Dan barangsiapa yang tidak ridha’, maka Allah tidak akan melapangkannya dan tidak akan memberikan keberkahan di dalamnya.”

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan memudahkan kita untuk ridha’ dengan setiap apa yang telah Allah putuskan dan tetapkan untuk kita.

Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com

Catatan Kaki:
  1. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 34). []
  2. Surat at-Taghabun: 11. []

1 thought on “Ridha’ dengan Ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top