Jika seseorang beriman kepada Allah dan berusaha untuk istiqamah di atas agama Allah dengan dilandasi oleh ilmu dan pemahaman agama yang benar dan tidak setengah-setengah, maka dia akan menjadi orang yang paling jauh dari perbuatan terorisme dan kezhaliman.
Dia akan menjaga nikmat aman dalam suatu negeri, karena dia mengetahui bahwa nikmat aman adalah salah satu nikmat yang Allah berikan kepada para hamba-Nya yang tidak boleh untuk disia-siakan begitu saja, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَقَالÙوا Ø¥ÙÙ† Ù†Ù‘ÙŽØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ù Ø§Ù„Ù’Ù‡ÙØ¯ÙŽÙ‰Ù° مَعَكَ Ù†ÙØªÙŽØ®ÙŽØ·Ù‘ÙŽÙÙ’ Ù…Ùنْ أَرْضÙنَا Ûš أَوَلَمْ Ù†ÙمَكّÙÙ† لَّهÙمْ ØÙŽØ±ÙŽÙ…ًا آمÙنًا ÙŠÙØ¬Ù’بَىٰ Ø¥Ùلَيْه٠ثَمَرَات٠كÙÙ„Ù‘Ù Ø´ÙŽÙŠÙ’Ø¡Ù Ø±Ù‘ÙØ²Ù’قًا مّÙÙ† لَّدÙنَّا وَلَٰكÙنَّ أَكْثَرَهÙمْ لَا يَعْلَمÙونَ
“Dan mereka berkata, ‘Jika kami mengikuti petunjuk bersamamu, maka sungguh kami akan diusir dari negeri kami.’ Apakah Kami tidak menjadikan untuk mereka negeri yang aman, yang didatangkan ke tempat itu segala macam buah-buahan untuk menjadi rezeki bagimu dari Sisi Kami? Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.†[[Surat al-Qashash: 57. ]]
Demikian pula, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا ØÙŽØ±ÙŽÙ…ًا آمÙنًا ÙˆÙŽÙŠÙØªÙŽØ®ÙŽØ·Ù‘ÙŽÙ٠النَّاس٠مÙنْ ØÙŽÙˆÙ’Ù„ÙÙ‡Ùمْ Ûš Ø£ÙŽÙÙŽØ¨ÙØ§Ù„ْبَاطÙÙ„Ù ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ وَبÙÙ†ÙØ¹Ù’مَة٠اللَّه٠يَكْÙÙØ±Ùونَ
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan negeri mereka sebagai negeri yang aman, sedangkan manusia di sekitarnya saling bunuh-membunuh satu sama lain? Maka mengapa mereka justru beriman kepada yang bathil dan kufur kepada nikmat Allah?†[[Surat al-’Ankabut: 67. ]]
Jika seseorang memiliki perhatian kepada ilmu agama yang lurus, maka dia akan menjadi orang yang paling jauh dari perbuatan kezhaliman, sebagaimana dalam sebuah hadits qudsiy yang diriwayatkan oleh Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يا عبادي، إني ØØ±Ù‘َمت٠الظلم على Ù†ÙØ³ÙŠØŒ وجعلتÙÙ‡ بينكم Ù…ØØ±Ù‘َما، Ùلا تظالموا.
“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas Diri-Ku sendiri, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat kezhaliman.†[[Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim (no. 2577). ]]
Dia akan menjadi orang yang paling jauh dari perbuatan membunuh orang lain tanpa hak, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Ahnaf ibn Qais rahimahullah, dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا التقى المسلمان بسيÙيهما ÙØ§Ù„قاتل والمقتول ÙÙŠ النار. Ùقلت: يا رسول الله، هذا القاتل Ùما بال المقتول؟ قال: إنه كان ØØ±ÙŠØµØ§ على قتل ØµØ§ØØ¨Ù‡.
“Jika dua orang muslim bertemu dengan pedang mereka, maka yang membunuh dan yang dibunuh sama-sama di Neraka.†Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, ini yang membunuh. Lalu mengapa dengan yang terbunuh?†Beliau kemudian menjawab, “Sesungguhnya dia memiliki keinginan untuk membunuh temannya tersebut.†[[Hadits shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 31 dan 6875) dan Muslim (no. 2888). ]]
Dia akan menjadi orang yang paling jauh dari mengambil harta orang lain tanpa hak, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا لَا تَأْكÙÙ„Ùوا أَمْوَالَكÙÙ… بَيْنَكÙÙ… Ø¨ÙØ§Ù„ْبَاطÙل٠إÙلَّا Ø£ÙŽÙ† تَكÙونَ ØªÙØ¬ÙŽØ§Ø±ÙŽØ©Ù‹ عَن تَرَاض٠مّÙنكÙمْ Ûš وَلَا تَقْتÙÙ„Ùوا Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙŽÙƒÙمْ Ûš Ø¥Ùنَّ اللَّهَ كَانَ بÙÙƒÙمْ رَØÙيمًا
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta di antara kalian secara bathil, kecuali melalui jalan perniagaan secara ridha’ di antara kalian. Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. Sesungguhnya Allah itu Maha Penyayang kepada kalian.†[[Surat an-Nisa’: 29. ]]
Merusak harta orang lain secara bathil itu juga termasuk dalam larangan di atas. Oleh karena itu, seseorang yang beriman kepada Allah dan memiliki ilmu agama yang lurus, maka dia tidak akan melakukan aksi pengeboman, yang konsekuensinya adalah ada nyawa yang dibunuh secara tanpa hak dan harta yang dirusak juga secara tanpa hak.
Bahkan ayat di atas juga melarang kita untuk melakukan bunuh diri, sehingga ayat di atas juga mencakup larangan melakukan aksi bom bunuh diri sebagaimana yang banyak dilakukan oleh para teroris!
Demikianlah sebagian sifat dari orang yang beriman kepada Allah dan memiliki ilmu dan pemahaman agama yang lurus. Dia memahami bahwa agama Islam ini adalah agama yang penuh rahmat bagi semesta alam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ Ø¥Ùلَّا رَØÙ’مَةً لّÙلْعَالَمÙينَ
“Tidaklah Kami mengutusmu (wahai Rasul), kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.†[[Surat al-Anbiya’: 107. ]]
Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com