[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh al-Qawa’id al-Arba’]
Syaikhul-Islam Muhammad ibn ‘Abdil-Wahhab rahimahullah berkata,
Ø¨ÙØ³Ù’م٠الله٠الرَّØÙ’مَـٰن٠الرَّØÙيمÙ
“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Penjelasan:
Penulis rahimahullah mengawali kitab beliau dengan basmalah, dalam rangka mengikuti al-Qur’an, di mana surat-surat di dalam al-Qur’an diawali dengan basmalah kecuali surat at-Taubah, dan juga mengikuti surat-surat yang ditulis oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para raja, di mana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali surat-surat beliau tersebut dengan basmalah.
Selain itu, mengawali kitab dengan basmalah itu adalah dalam rangka mengharapkan keberkahan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Adapun Lafzhul-Jalalah “Allah” (الله), maka ia adalah Nama Allah yang mengandung Sifat Uluhiyyah (الألوهية), yang bermakna bahwa hanya Allah satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi.
‘Abdullah ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
الله ذو الألوهية والعبودية على خلقه أجمعين.
“Allah adalah Dzat yang hanya Dia-lah satu-satunya yang wajib untuk diibadahi dan disembah oleh seluruh makhluk-Nya.” [[Jami’ul-Bayan ‘an Ta’wili Ayil-Qur’an, karya Muhammad ibn Jarir Abu Ja’far ath-Thabariy (1/121). ]]
Lafzhul-Jalalah “Allah” adalah Nama Allah yang paling agung, yang merupakan pokok dari seluruh Nama-Nama Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
ÙˆÙŽÙ„Ùله٠ٱلْأَسْمَآء٠ٱلْØÙسْنَىٰ ÙَٱدْعÙوه٠بÙهَا
“Hanya milik Allah al-Asma’ul-Husna (Nama-Nama yang Paling Baik). Maka berdoalah kepada-Nya dengan Nama-Nama tersebut.” [[Surat al-A’raf: 180. ]]
Lafzhul-Jalalah “Allah” juga merupakan Nama Allah yang tidak ada sama sekali selain Allah yang bernama dengannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
هَلْ تَعْلَم٠لَهÙÛ¥ سَمÙيًّا
“Apakah engkau mengetahui ada yang serupa dengan-Nya?” [[Surat Maryam: 65. ]]
Dinukil dari Qatadah dan al-Kalbiy rahimahumallah bahwa makna dari ayat di atas adalah,
هل تعلم Ø£ØØ¯Ø§ يسمَّى الله تعالى غير الله، أو يقال له: الله، إلا الله؟
“Apakah engkau mengetahui ada yang bernama Allah selain Allah, atau orang-orang memanggilnya Allah, selain Allah?” [[al-Jami’ li-Ahkamil-Qur’an, karya Muhammad ibn Ahmad Abu ‘Abdillah al-Qurthubiy (13/484). ]]
Adapun Nama Allah “ar-Rahman” (الرØÙ…Ù†) dan “ar-Rahim” (الرØÙŠÙ…), maka keduanya mengandung Sifat Rahmat (الرØÙ…Ø©).
Akan tetapi, Nama Allah “ar-Rahman” mengandung Sifat Rahmat yang umum kepada seluruh makhluk-Nya, sedangkan Nama Allah “ar-Rahim” mengandung Sifat Rahmat yang khusus hanya kepada orang-orang yang beriman saja.
Dalil bahwa Allah memiliki Rahmat yang umum kepada seluruh makhluk-Nya adalah sebuah ayat di al-Qur’an,
رَبَّنَا ÙˆÙŽØ³ÙØ¹Ù’تَ ÙƒÙلَّ شَىْء٠رَّØÙ’مَةً وَعÙلْمًا
“Wahai Rabb kami, Rahmat-Mu dan Ilmu-Mu meliputi segala sesuatu.” [[Surat Ghafir: 7. ]]
Maka, Rahmat yang umum ini adalah kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir, sehingga itu mengapa mereka semua, baik yang beriman ataupun yang kafir, bisa mendapatkan rizki berupa makanan, minuman, pakaian, kesehatan, dan nikmat-nikmat lainnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan dalil bahwa Allah memiliki Rahmat yang khusus hanya kepada orang-orang yang beriman saja adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَكَانَ بÙÙ±Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ رَØÙيمًا
“Dia adalah Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” [[Surat al-Ahzab: 43. ]]
Maka, Rahmat yang khusus ini tidak diberikan kepada orang-orang kafir dan musyrik. Rahmat yang khusus ini hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman saja, sehingga itu mengapa hanya mereka yang bisa mendapatkan nikmat Islam dan iman, serta mendapatkan nikmat hidayah dan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com