Meyakini bahwa Allah Memiliki Anak Adalah Syirik Akbar

Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki anak adalah syirik akbar. Inilah keyakinan yang diyakini oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani. Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa ‘Uzair adalah anak Allah, sedangkan orang-orang Nashrani mengatakan bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihis-salam adalah anak Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ

“Orang-orang Yahudi berkata, ‘’Uzair adalah anak Allah.’ Orang-orang Nashara berkata, ‘al-Masih adalah anak Allah.’” [[Surat at-Taubah: 30. ]]

Orang-orang Arab jahiliyyah juga mengatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ * أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثًا وَهُمْ شَٰهِدُونَ

“Tanyakanlah (wahai Rasul) kepada mereka, ‘Apakah untuk Rabb-mu anak perempuan sedangkan untuk mereka anak laki-laki? Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan?’” [[Surat ash-Shaffat: 149-150. ]]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلْأُنثَىٰ

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, sungguh mereka menamakan malaikat dengan nama perempuan.” [[Surat an-Najm: 27. ]]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَجَعَلُوا۟ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَٰدُ ٱلرَّحْمَٰنِ إِنَٰثًا ۚ أَشَهِدُوا۟ خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَٰدَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُونَ

“Mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah para hamba ar-Rahman sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Persaksian mereka akan dicatat dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.” [[Surat az-Zukhruf: 19. ]]

Meyakini bahwa Allah memiliki anak itu adalah syirik akbar dalam tauhid asma’ wa shifat. Itu mengapa al-Qur’an membantah keyakinan ini dari berbagai sisi.

Pertama: al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah adalah ash-Shamad, yaitu Dzat yang memiliki Nama-Nama dan Sifat-Sifat yang sempurna, yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dan di antara kandungan makna dari Nama ash-Shamad yang disebutkan oleh para ulama’ adalah bahwa Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Kedua: al-Qur’an menjelaskan bahwa tidak ada yang setara dan semisal dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukankah anak itu pasti satu jenis dengan orang tuanya, sedangkan tidak ada yang semisal dan setara dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Kedua hal di atas dicakup dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ * ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ * لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ * وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ

“Katakanlah (wahai Rasul), ‘Dia adalah Allah, Dzat Yang Maha Esa. Allah adalah ash-Shamad. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya.’” [[Surat al-Ikhlash: 1-4. ]]

Ketiga: al-Qur’an menjelaskan bahwa segala yang ada di alam semesta ini seluruhnya adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, bagaimana mungkin ada di antara alam semesta ini yang merupakan anak Allah?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۖ بَل لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ * بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

“Mereka berkata, ‘Allah memiliki anak.’ Maha Suci Allah. Akan tetapi, kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan bumi. Semuanya tunduk kepada-Nya. Pencipta langit dan bumi. Jika Dia memutuskan sesuatu maka Dia hanya mengatakan kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka terjadilah ia.” [[Surat al-Baqarah: 116-117. ]]

Keempat: al-Qur’an menjelaskan bathilnya keyakinan ini dengan mempertanyakan bagaimana Allah memiliki anak jika Dia tidak memiliki istri. Bagaimana mungkin Allah memiliki anak dan juga memiliki istri, jika seluruh apa yang selain Allah itu adalah ciptaan Allah?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا۟ لَهُۥ بَنِينَ وَبَنَٰتِۭ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ * بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

“Mereka menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah, padahal Allah yang menciptakan jin-jin tersebut. Mereka berdusta dengan mengatakan bahwa Allah memiliki anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa berdasarkan ilmu. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari sifat-sifat yang mereka berikan tersebut. Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia memiliki anak, padahal Dia tidak memiliki istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” [[Surat al-An’am: 100-101. ]]

Kelima: al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Kaya, yang tidak membutuhkan kepada selain-Nya suatu kebutuhan apa pun, termasuk kebutuhan untuk memiliki anak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ۖ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ إِنْ عِندَكُم مِّن سُلْطَٰنِۭ بِهَٰذَآ ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Mereka berkata, ‘Allah memiliki anak.’ Maha Suci Allah. Dia adalah Dzat Yang Maha Kaya. Kepunyaan-Nya segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Sesungguhnya kalian tidak memiliki hujjah tentang hal ini. Apakah kalian mengatakan tentang Allah apa yang kalian tidak ketahui?” [[Surat Yunus: 68. ]]

Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top