Tanda-Tanda Ism – Syarh Qathrin-Nada

[Artikel ini adalah bagian dari seri artikel Syarh Qathrin-Nada]

فَأَمَّا الْاِسْمُ فَيُعْرَفُ بِأَلْ كَـ(الرَّجُلِ)، وَبِالتَّنْوِينِ كَـ(رَجُلٍ)، وَبِالْحَدِيثِ عَنْهُ كَتَاءِ (ضَرَبْتُ).

Adapun ism, maka ia diketahui dengan al seperti ar-rajuli, dengan tanwin seperti rajulin, dan dengan hadits ‘anhu seperti ta’ pada dharabtu.

Ism memiliki beberapa tanda yang dapat membedakannya dengan jenis kalimah yang lain, yaitu fi’l dan harf. Jika sebuah kalimah dapat menerima salah satu dari tanda-tanda ini, maka kalimah tersebut adalah ism.

Tanda-tanda ism terbagi menjadi dua kategori:

Kategori Pertama: ‘Alamah Lafzhiyyah (العلامة اللفظية), yaitu tanda lafzhiyyah.

Tanda lafzhiyyah pertama: al (أل).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ

“Kitab itu tidak ada keraguan padanya.” [1]

Contoh kedua: Dari Tamim ad-Dariy radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدين النصيحة.

“Agama adalah ketulusan.” [2]

Contoh ketiga:

الرجل يأكل الخبز.

“Orang tersebut memakan roti.”

Tanda lafzhiyyah kedua: Tanwin (التنوين).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.” [3]

Contoh kedua: Dari Mu’awiyah ibn Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقِّهه في الدين.

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, maka Allah berikan dia pemahaman agama.” [4]

Contoh ketiga:

رأيت طالبا يقرأ كتابا.

“Saya melihat seorang santri sedang membaca kitab.”

Tanda lafzhiyyah ketiga: Jarr (الجر).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” [5]

Contoh kedua: Dari ‘Abdullah ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُني الإسلام على خمس.

“Islam dibangun di atas lima hal.” [6]

Contoh ketiga:

كتاب الطالب جديد.

“Kitab santri itu baru.”

Tanda lafzhiyyah keempat: Nida’ (النداء).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ

“Difirmankan, ‘Wahai Nuh, turunlah dengan keselamatan dan keberkahan dari Kami atasmu dan atas keturunan dari orang-orang yang bersamamu.'” [7]

Contoh kedua: Dari ‘Umar ibn Abi Salamah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada beliau,

يا غلام، سم الله، وكل بيمينك، وكل مما يليك.

“Wahai Nak, sebutlah Nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” [8]

Contoh ketiga:

يا زيد، تعال هنا.

“Wahai Zaid, kemarilah!”

Tanda lafzhiyyah kelima: Mudhaf (المضاف).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

“Penguasa di Hari Pembalasan.” [9]

Contoh kedua: Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طلب العلم فريضة على كل مسلم.

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” [10]

Contoh ketiga:

صلى زيد صلاة المغرب.

“Zaid mengerjakan shalat maghrib.”

Tanda lafzhiyyah keenam: Tatsniyah (التثنية).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ

“Rabb dari dua tempat terbit matahari dan Rabb dari dua tempat terbenam matahari.” [11]

Yakni, dua tempat terbit dan terbenam matahari pada musim dingin dan musim panas.

Contoh kedua: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كلمتان خفيفتان على اللسان، ثقيلتان في الميزان، حبيبتان إلى الرحمن: سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم.

“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh ar-Rahman: Subhanallahi wa bi-hamdihi, subhanallahil-‘azhim (Maha Suci Allah seraya memuji-Nya, Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Agung).” [12]

Contoh ketiga:

جاء الرجلان.

“Dua orang laki-laki itu telah datang.”

Tanda lafzhiyyah ketujuh: Jam’ (الجمع).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.” [13]

Contoh kedua: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسلمون على شروطهم.

“Kaum muslimin itu terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat.” [14]

Contoh ketiga:

ذهب الطلاب إلى المدرسة.

“Para santri pergi ke sekolah.”

Tanda lafzhiyyah kedelapan: Tashghir (التصغير).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku, janganlah kamu berbuat kesyirikan kepada Allah. Sesungguhnya syirik adalah benar-benar kezhaliman yang besar.'” [15]

Contoh kedua: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يا أبا هريرة، وأعطاني نعليه، قال: اذهب بنعلي هاتين، فمن لقيت من وراء هذا الحائط يشهد أن لا إله إلا الله مستيقنا بها قلبه فبشِّره بالجنة.

“Wahai Abu Hurairah! (Kemudian beliau memberikanku kedua sandal beliau.) Pergilah dengan kedua sandalku ini. Barangsiapa yang engkau temui di balik kebun ini yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, hatinya meyakini hal tersebut, maka berikanlah dia kabar gembira dengan surga.” [16]

Contoh ketiga:

هذا كُتَيِّب مفيد.

“Ini adalah kitab kecil yang bermanfaat.”

Tanda lafzhiyyah kesembilan: Na’t (النعت).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

“Negeri yang baik dan Rabb yang Maha Pengampun.” [17]

Contoh kedua: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka katakanlah kebaikan atau diamlah.” [18]

Contoh ketiga:

اشتريت سيارة جديدة.

“Aku membeli mobil baru.”

Tanda lafzhiyyah kesepuluh: Kembalinya dhamir kepadanya (عود الضمير إليه).

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَٰهُ مَنَازِلَ

“Dan bulan itu telah Kami tetapkan untuknya manzilah-manzilah (tempat peredaran).” [19]

Contoh kedua: Dari ‘Abdullah ibn ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده.

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin itu selamat dari lisannya dan tangannya.” [20]

Contoh ketiga:

الكتاب قرأته.

“Kitab itu, aku telah membacanya.”

Kategori Kedua: ‘Alamah Ma’nawiyyah (العلامة المعنوية), yaitu tanda ma’nawiyyah, yaitu al-hadits ‘anhu (الحديث عنه) atau al-musnad ilaihi (المسند إليه). Inilah satu-satunya tanda ma’nawiyyah dari ism.

Tanda ini adalah tanda ism yang paling bermanfaat, karena ia adalah tanda paling sederhana yang dapat diterapkan kepada seluruh ism.

Contoh pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى

“Dan Aku telah melimpahkan kepadamu cinta dariku.” [21]

Contoh kedua: Dari Abu Dzarr al-Ghifariy radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إني حرَّمتُ الظلم على نفسي.

“Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas Diri-Ku.” [22]

Contoh ketiga:

فهمنا الدرس جيدا.

“Kami memahami pelajaran dengan baik.”

Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com

Footnotes:
  1. Surat al-Baqarah: 2. []
  2. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 55). []
  3. Surat al-Baqarah: 224. []
  4. Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 71, 3116, 7312) dan Muslim (no. 1037). []
  5. Surat al-Fatihah: 1. []
  6. Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 8) dan Muslim (no. 16). []
  7. Surat Hud: 48. []
  8. Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 5376) dan Muslim (no. 2022). []
  9. Surat al-Fatihah: 4. []
  10. Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224). []
  11. Surat ar-Rahman: 17. []
  12. Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 6406, 6682, 7563) dan Muslim (no. 2694). []
  13. Surat al-Mu’minun: 1. []
  14. Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3594). []
  15. Surat Luqman: 13. []
  16. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 31). []
  17. Surat Saba’: 15. []
  18. Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 6018) dan Muslim (no. 47). []
  19. Surat Yasin: 39. []
  20. Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (no. 10, 6484) dan Muslim (no. 40). []
  21. Surat Thaha: 39. []
  22. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2577). []

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top