Penjelasan Matan Akhsharul-Mukhtasharat – Kitab Thaharah – Urutan Bab dalam Kitab-Kitab Fikih

[Ini adalah penjelasan dari kami untuk kitab Akhsharul-Mukhtasharat fil-Fiqh ‘ala Madzhabil-Imam Ahmad ibn Hanbal (أخصر المختصرات في الفقه على مذهب الإمام أحمد بن حنبل), karya Syaikh Muhammad ibn Badrid-Din Ibnu Balban al-Hanbaliy rahimahullah. Perkataan beliau dituliskan dengan warna merah.]

كِتَابُ الطَّهَارَةِ

Kitab Thaharah

Penjelasan:

Sebagaimana kebiasaan para ulama’ dalam menulis kitab fikih, penulis rahimahullah membagi pembahasan ilmu fikih menjadi empat bagian besar:

Bagian Pertama: al-’Ibadat (العبادات), yaitu masalah-masalah ibadah, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dll.

Bagian Kedua: al-Mu’amalat (المعاملات), yaitu masalah-masalah mu’amalat, seperti jual-beli, sewa-menyewa, dll.

Bagian Ketiga: al-Munakahat (المناكحات), yaitu masalah-masalah pernikahan, seperti akad nikah, nasab, nafkah, dll.

Bagian Keempat: al-Jinayat (الجنايات), yaitu masalah-masalah kriminalitas, seperti hukuman hadd untuk aksi-aksi kriminal.

Kemudian, dalam bagian pertama yaitu masalah-masalah ibadah, para ulama’ rahimahumullah biasanya mengurutkan pembahasan dalam kitab fikih mereka sesuai dengan urutan rukun Islam sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar ibn al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله، وتقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة، وتصوم رمضان، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا.

“Islam adalah bahwa engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melakukan puasa Ramadhan, dan melaksanakan haji jika mampu.” [1]

Adapun rukun Islam yang pertama, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat, maka ini dibahas di kitab-kitab akidah.

Sedangkan rukun Islam yang kedua hingga kelima, yaitu shalat, zakat, puasa, dan haji, maka sesuai dengan urutan inilah para ulama’ biasanya akan mengurutkan bab-bab dalam masalah ibadah.

Oleh karena itu, bab pertama yang dibahas seharusnya adalah shalat. Akan tetapi, karena salah satu syarat sah shalat adalah thaharah, dan pembahasan tentang thaharah itu adalah pembahasan yang panjang, maka para ulama’ rahimahumullah, termasuk penulis dalam kitab beliau ini, memulai kitab fikih mereka dengan bab tentang thaharah sebelum bab tentang shalat.

Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com

Catatan Kaki:
  1. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 8). []

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top