Jangan berbicara tanpa ilmu

Bicara terkait ilmu dunia harus hati-hati karena sudah ada prinsip dan kaidahnya yang diteliti dan dibangun secara ilmiah dalam tradisi keilmuan oleh orang-orang yang memang membidangi ilmu tersebut.

Maka begitu pula ilmu agama, harus lebih hati-hati lagi. Karena selain sudah ada prinsip dan kaidahnya, ilmu ini juga berhubungan dengan Kalamullah dan apa yang dimaksudkan oleh Allah dalam nash-nash syar’iy yang Allah wahyukan tersebut.

Prinsip “Hum rijal wa nahnu rijal” (“Mereka manusia dan kita juga manusia”) untuk kemudian membolehkan berbicara sembarangan dalam ilmu dunia apalagi ilmu agama, itu jelas adalah sebuah prinsip yang cacat dan menunjukkan ketidakpahaman terhadap diskursus ilmiah yang ada di dalam komunitas ilmuwan, baik ilmu dunia maupun ilmu agama.

Prinsip yang tepat adalah sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam“Katakan yang baik atau diam.” Dan tidaklah perkataan yang tidak didasari landasan yang ilmiah itu kecuali pasti ia akan mengantarkan pada keburukan, baik ilmu dunia apalagi ilmu agama.

Dr. Andy Octavian Latief
Artikel andylatief.com